Ingatan adalah Perhatian

misdirection Ingatan adalah PerhatianCoba kita perhatikan cerita berikut;
Anda sedang mengendarai bus yang membawa 35 penumpang lelaki dan wanita. Bus berhenti dan menurunkan 10 orang serta menaikkan 3 orang. Pada pemberhentian berikutnya 7 orang turun, dan 2 orang naik. Ada 2 pemberhentian lagi di mana 4 penumpang turun tiap kalinya, serta 3 orang naik pada yang terakhir. Tidak lama bus mengalami kerusakan yang memaksa anda membawa bus ke sebuah bengkel. Karena tergesa-gesa 7 orang penumpang memutuskan meninggalkan bus dan melanjutkan perjalanan mereka dengan taxi. Tak lama bus pun melanjutkan perjalanan ke terminal tujuan di mana sisa penumpang turun di sana.

Sekarang, tanpa membaca ulang cerita di atas, kita lihat apakah anda dapat menjawab 2 pertanyaan berikut. Saya sangat yakin bahwa jika pertanyaanya berapa orang yang turun di terminal akhir atau berapa total penumpang yang turun dari bus tersebut maka anda akan dengan mudah dan tepat menjawabnya. Tapi bagaimana jika pertanyaanya adalah ; Berapa kali bus di atas berhenti?
Saya mungkin saja salah, tapi saya yakin bahwa tidak banyak dari anda yang akan dapat menjawabnya dengan benar, tepat apalagi dengan cepat. Alasannya sangat jelas, bahwa anda sekalian pasti telah memperkirakan bahwa pertanyaan yang akan saya lontarkan adalah sehubungan dengan jumlah penumpang, oleh karena itu anda memberikan sebagian besar perhatian anda kepada jumlah penumpang yang naik dan turun bus. Anda telah tertarik terhadap jumlah penumpangnya.

Dengan kata lain, sejak anda memberikan perhatian penuh kepada jumlah penumpangnya, maka jumlah pemberhentian bus tersebut tidak lagi mendapat perhatian dari anda. Anda memang sejak semula tidak berniat mengingat jumlah pemberhentian tersebut, sehingga ingatan anda pun tidak berusaha merekamnya. Tapi bagi sebagian dari anda yang telah menganggap bahwa jumlah pemberhentian bus sebagai hal yang perlu diingat, maka anda akan memperkirakan bahwa mungkin itu yang akan saya tanyakan sehingga anda pun memerlukan mengingatnya sehingga anda pun dapat menjawab pertanyaan saya di atas.

Pertanyaan saya yang kedua adalah; Siapakah nama pengendara bus di atas? Saya kali ini pun hampir yakin bahwa tanpa membaca ulang cerita di atas hanya sedikit dari anda yang akan dapat menjawabnya. Hal inipun terjadi karena dari awal anda kurang atau bahkan tidak memperhatikan sama sekali tentang siapa pengendaranya. Perhatian anda sehingga otomatis kemampuan mengingat andapun hanya tertuju dan berlaku pada jumlah penumpangnya.

Cerita dan kedua pertanyaan saya di atas sebenarnya telah selama bertahun-tahun diaplikasikan prinsip-prinsipnya oleh jajaran top eksekutif perusahaan besar dan para professional. Hal ini disebut “Penyimpangan Tujuan”

Related Blogs

Share/Save/Bookmark

If you found this page useful, consider linking to it.
Simply copy and paste the code below into your web site (Ctrl+C to copy)
It will look like this: Ingatan adalah Perhatian

One comment
Leave a comment »

  1. jawaban yang kedua adalah. saya sendiri

Leave Comment